Harga Rokok Naik, Masih Mahal di Singapura dan Malaysia

courtesy : DDTCNews
Kenaikan harga rokok per bungkusnya antara Rp 500 hingga Rp 1.000 sejak beberapa waktu lalu; tidak menjadikan para perokok terkejut apalagi memutuskan berhenti mengkonsumsi rokok. 

Kenaikan harga yang tak terlalu signifikan, ditambah beragamnya merk dan harga rokok tampaknya menjadikan para perokok tenang-tenang saja.

"Banyak kok merk rokok yang harganya masih murah," ungkap seorang perokok yang mengkonsumsi rokok dengan harga di bawah Rp 15 ribu per bungkusnya.

"Yang penting rokok masih ada saja dijual sehingga masih bisa dibeli. Soal harga bukan masalah sesuaikan saja dengan isi dompet," tanggap perokok lainnya.

Tak seperti di sejumlah negara anggota ASEAN lainnya yang menyeragamkan harga rokok seperti misalnya di Singapura harga rokok seragam yakni lebih dari Rp 150 ribu per bungkusnya. Lalu di Malaysia harga rokok per bungkus seragam dipatok seharga lebih dari Rp 60 ribu, dan di Thailand seharga lebih dari Rp 28 ribu, di Philipina harga per bungkus lebih dari Rp 30 ribu dan yang termurah di Vietnam seharga kurang dari Rp 14 ribu.

"HJE (harga jual eceran) RI masih lebih rendah dari Singapura dan Malaysia," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Senin (13/12/21) lalu. 

Rata-rata kenaikan CHT adalah 12 persen, kecuali jenis SKT yang mengalami kenaikan maksimal 4,5 persen. Sementara HJE tertinggi adalah SPM I Rp 40.100 per bungkus 20 batang dan SKM I Rp 38.100 per bungkus. (Red)




  Penulis : Imi Surya Putra

Tidak ada komentar

Komentar Tak Nyambung Kami Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
Mode Malam