Terus Berlanjut, Virus Corona ke Varian Omicron

courtesy : deutchwelle
Wabah terkait Virus Corona tampaknya belum akan berakhir. Setelah Varian Covid-19 dan Delta, kini muncul lagi Varian bernama Omicron. Entahlah selanjutnya bisa saja akan muncul varian lain dengan nama yang belum pernah didengar oleh masyarakat umum. 

Vaksinasi terus pula dilakukan, pun penerapan protokol kesehatan (Prokes) entah itu 3 M hingga 5M yang konon dianggap bisa mengurangi penyebaran virus terutama penggunaan masker dan menghindari kerumunan.

Faktanya tak semua orang patuh untuk memakai masker dan menghindari kerumunan. Dengan status PPKM Level 1 di banyak daerah, warga masyarakat tampak lebih 'enjoy' tak memakai masker dan tetap saja mengadakan acara yang mengundang banyak orang untuk berkumpul; pernikahan, resepsi, pesta, event olahraga dan lainnya.

Tak sedikit orang yang sudah mulai 'cuek' terhadap Virus Corona mau apapun varian-nya. Mereka sudah jenuh, bahkan menganggap masalah yang dimulai pada tahun 2019 di Wuhan China ini terlalu didramatisir dan dilebih-lebihkan. Namun tak sedikit pula orang yang tetap menerapkan protokol kesehatan meski hanya sekedar formalitas.

Setiap hari bahkan setiap menit; berbagai jenis media menggaungkan tentang Virus Corona di berbagai belahan bumi, dan sudah menjadi semacam kata kunci (keyword) pencarian yang mungkin paling banyak di jagat maya. 

Boleh jadi Virus Corona memang masih berkeliaran seperti virus lainnya yang mengintai kondisi fisik dan imunitas orang yang lemah seperti misalkan; virus flu, virus pilek, virus cacar, virus disentri dan banyak lagi, karena virus itu tersebar di ruang terbuka terutama di udara yang rentan dihirup oleh alat pernapasan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Nyatanya meski banyak orang pakai masker di luar rumah, belum tentu mereka memakainya di rumah maupun dalam bangunan, bahkan dipastikan tak pakai masker waktu tidur. Kalau pakai masker dianggap bisa mencegah penyebaran dan berjangkitnya Virus Corona; mestinya masker tak boleh dilepas terkecuali untuk keperluan makan dan minum saja.

Okelah kalau begitu, tetaplah menerapkan protokol kesehatan jika memang itu diklaim sebagai cara mencegah dan mengurangi penyebaran Virus Corona, tapi perlu juga tahu tentang kasus terkini terkait Varian Omicron yang menurut banyak media sudah membuat kasus di sejumlah negara, di bawah ini 10 negara dengan kasus terbanyak Varian Omicron.

1. Inggris (246.780 kasus, 75 kematian)
2. Denmark (61.563 kasus, 18 kematian)
3. AS (43.932 kasus, 1 kematian)
4. Jerman (42.556 kasus, 12 kematian)
5. Kanada (21.248 kasus)
6. Norwegia (20.884 kasus)
7. Australia (8.843 kasus)
8. Prancis (5.591 kasus)
9. Australia (2.765 kasus)
10. Singapura (2.692 kasus)

Dikutip dari newssetup pekan lalu, di Indonesia saat ini terdapat sebanyak 254 kasus dan berada di urutan ke 27 dari daftar negara yang diserang Varian Omicron.

Ingat selalu; mencegah lebih baik daripada mengobati. (Red)

*Tulisan di atas mengacu dan berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers; Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.




  Penulis : Imi Surya Putra

Tidak ada komentar

Komentar Tak Nyambung Kami Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.
Mode Malam